PMAKI NTB: PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP RSUD KOTA BIMA MULAI MENAMPAKKAN HASIL.

Kota Bima – Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Kota Bima mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah melalui berbagai tantangan selama proses pelaksanaan. Berdasarkan hasil pemantauan langsung PMAKI NTB di lokasi proyek, progres fisik terus mengalami peningkatan. Struktur utama bangunan telah berdiri kokoh, pekerjaan arsitektur hampir rampung, sementara sejumlah fasilitas dan instalasi pada ruang perawatan pasien mulai terpasang.

Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan telah memasuki tahapan penyelesaian. Fasad bangunan terlihat hampir selesai, pekerjaan finishing interior terus dikebut, sedangkan kontraktor pelaksana saat ini memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian sistem Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP), pengujian instalasi, penyempurnaan utilitas bangunan, hingga tahap commissioning sebelum dilakukan serah terima pekerjaan.

Selama proyek berlangsung, PMAKI NTB secara konsisten melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal proyek strategis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengawasan tersebut dilakukan sejak proyek menghadapi berbagai dinamika yang sempat memengaruhi progres pekerjaan di lapangan.

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kondisi cuaca yang kurang mendukung, keterbatasan tenaga kerja (manpower), kelangkaan pasokan sejumlah material konstruksi, serta fluktuasi harga bahan bangunan. Kondisi tersebut mengharuskan kontraktor melakukan berbagai penyesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan agar target penyelesaian tetap dapat dikejar tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Meski menghadapi berbagai kendala tersebut, perkembangan terbaru menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Di sejumlah ruang perawatan pasien telah mulai terpasang pintu, jendela, plafon, instalasi listrik, jaringan air bersih, sanitasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pada bagian luar bangunan, pekerjaan pengecatan, penyempurnaan fasad, dan penataan lingkungan juga terus berlangsung.

Salah seorang pelaksana lapangan yang ditemui media ini mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurutnya, berbagai kendala yang sebelumnya dihadapi secara bertahap mulai dapat diatasi sehingga progres pekerjaan mengalami peningkatan.

"Selama pelaksanaan pekerjaan, tantangan terbesar yang kami hadapi adalah faktor cuaca, keterlambatan pasokan material, serta fluktuasi harga bahan bangunan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kondisi pasokan material mulai stabil sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh personel di lapangan berkomitmen untuk terus meningkatkan progres pekerjaan agar penyelesaian pembangunan dapat memenuhi target sebagaimana yang telah disepakati dalam addendum kontrak.

"Kami berkomitmen untuk terus mengejar progres pekerjaan semaksimal mungkin. Dengan kondisi pasokan material yang mulai membaik, kami optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam addendum kontrak, tentunya dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis," katanya.

Sementara itu, Ketua PMAKI NTB, Danil Akbar, mengatakan perkembangan tersebut merupakan kabar baik bagi masyarakat Kota Bima yang selama ini menantikan hadirnya gedung rawat inap baru dengan fasilitas yang lebih representatif.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami di lapangan, pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Kota Bima sudah mulai menampakkan hasil yang cukup signifikan. Struktur bangunan telah berdiri dengan baik, pekerjaan arsitektur hampir selesai, dan berbagai fasilitas serta instalasi pada ruang perawatan pasien juga mulai terpasang. Ini merupakan perkembangan yang patut diapresiasi," ujar Danil Akbar.

Menurut Danil, keberhasilan kontraktor dalam mengejar progres patut mendapatkan apresiasi mengingat proyek tersebut sebelumnya menghadapi berbagai tantangan teknis maupun nonteknis. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengurangi kualitas hasil pembangunan.

"Kami mengapresiasi kerja keras kontraktor pelaksana beserta seluruh tenaga kerja yang terus berupaya mengejar target penyelesaian. Tetapi percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan mutu konstruksi. Seluruh pekerjaan harus tetap mengacu pada spesifikasi teknis, gambar perencanaan, standar keselamatan konstruksi, dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Bangunan ini akan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam jangka panjang, sehingga kualitas harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Danil menilai pembangunan rumah sakit bukan sekadar menyelesaikan bangunan fisik, tetapi juga memastikan seluruh sistem pendukung berfungsi dengan baik sebelum dioperasikan. Instalasi kelistrikan, sistem air bersih, sanitasi, proteksi kebakaran, sistem gas medis, hingga seluruh jaringan utilitas harus dipastikan memenuhi standar teknis agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.

"Pembangunan rumah sakit tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya proyek selesai, tetapi juga dari kualitas bangunan dan kesiapan seluruh sistem pendukungnya. Gedung ini nantinya akan melayani ribuan masyarakat, sehingga aspek keamanan, kenyamanan, dan fungsi bangunan harus benar-benar dipastikan sebelum digunakan," katanya.

Ia juga berharap setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah daerah segera mempersiapkan tahapan berikutnya, mulai dari pengadaan peralatan kesehatan, penataan sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional gedung agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.

"Pembangunan gedung hanyalah satu tahapan. Setelah itu harus dipastikan kesiapan peralatan medis, tenaga kesehatan, sistem pelayanan, dan seluruh sarana penunjang sehingga gedung ini benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bima," ujarnya.

PMAKI NTB menegaskan akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh pekerjaan dinyatakan selesai dan siap difungsikan. Organisasi tersebut menilai pengawasan publik merupakan bagian penting dalam mendorong tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, serta memastikan setiap rupiah anggaran negara menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, tepat fungsi, serta memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum dilakukan serah terima. Kehadiran Gedung Rawat Inap RSUD Kota Bima diharapkan menjadi tonggak peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Bima dan wilayah sekitarnya, sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, aman, nyaman, dan berkualitas," tutup Danil Akbar.

Posting Komentar

0 Komentar