JAKARTA – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi membuka Penataran dan Sertifikasi Wasit, Juri, serta Pelatih Muaythai yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya PBMI meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga Muaythai agar selaras dengan standar internasional.
Untuk mendukung peningkatan kualitas tersebut, PBMI menghadirkan empat instruktur dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA), yakni Aritit Tobwongsri, Thanong Poompanich, Chao Wathayotha, dan Porjai Laithongkam. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan transfer pengetahuan mengenai perkembangan teknik, regulasi pertandingan, sistem penilaian, metode kepelatihan, serta standar internasional yang berlaku dalam olahraga Muaythai.
Wakil Ketua Umum PB Muaythai Indonesia Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, mengatakan penataran tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan peningkatan kualitas SDM Muaythai Indonesia berjalan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar sarana memperoleh sertifikasi, melainkan kesempatan bagi seluruh peserta untuk memiliki pemahaman yang sama mengenai teknik pertandingan, aturan, serta perkembangan Muaythai internasional.
"Penataran ini bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikasi. Yang paling penting adalah bagaimana para peserta mendapatkan pemahaman yang sama mengenai standar pertandingan, teknik, aturan, serta perkembangan Muaythai internasional. Karena itu, kehadiran langsung tenaga IFMA sangat penting," ujarnya.
Evi menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan pembinaan atlet. Menurutnya, pelatih, wasit, dan juri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem prestasi olahraga.
"Kalau kita ingin meningkatkan prestasi atlet, maka seluruh ekosistemnya juga harus kita tingkatkan. Pelatih harus terus berkembang, sementara wasit dan juri harus memiliki pemahaman aturan yang sama dan mengikuti perkembangan standar internasional," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai keterlibatan IFMA menunjukkan keseriusan PBMI dalam membangun Muaythai Indonesia yang semakin profesional dan memiliki standar yang terus berkembang mengikuti dinamika olahraga dunia.
"Ini bagian dari proses kita membangun Muaythai Indonesia. Kita ingin SDM kita memiliki kemampuan dan pemahaman yang terus diperbarui sesuai perkembangan internasional. Kehadiran tenaga IFMA memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung dari sumber yang memiliki kompetensi di tingkat internasional," ujar LaNyalla.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi Muaythai Indonesia dalam jangka panjang.
"Prestasi atlet tidak berdiri sendiri. Di belakangnya ada pelatih, ada wasit, ada juri, ada sistem pembinaan dan kompetisi. Semuanya harus kita bangun bersama," tegasnya.
Sekretaris Jenderal PB Muaythai Indonesia, Azwan Karim, mengatakan penataran tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai regulasi dan standar pertandingan yang diterapkan di Indonesia.
Menurutnya, kesempatan belajar langsung dari para instruktur IFMA akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas perangkat pertandingan nasional.
"Peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan belajar langsung dari tenaga IFMA. Ini penting agar standar yang kita terapkan di Indonesia semakin selaras dengan perkembangan Muaythai internasional," ujar Azwan.
Selain penyampaian materi teori, peserta juga mengikuti berbagai sesi praktik mengenai teknik kepelatihan, mekanisme penilaian pertandingan, keselamatan atlet, sportivitas, serta penerapan kode etik bagi pelatih, wasit, dan juri. Program tersebut diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM Muaythai nasional.
Usai penataran dan sertifikasi, PBMI akan melanjutkan agenda nasional melalui Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi. Kejuaraan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem kompetisi nasional sekaligus tolok ukur perkembangan pembinaan Muaythai.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PBMI berharap transfer pengetahuan dari para instruktur IFMA dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas wasit, juri, dan pelatih di Indonesia. Dengan SDM yang semakin kompeten, PBMI optimistis sistem pembinaan Muaythai nasional akan semakin kuat dan mampu melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing pada kejuaraan regional, Asia, hingga tingkat dunia.
PBMI menilai pembangunan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet di arena pertandingan. Keberhasilan sebuah cabang olahraga juga ditentukan oleh kualitas sistem pembinaan yang melibatkan pelatih, perangkat pertandingan, organisasi, hingga penyelenggaraan kompetisi yang profesional dan berkesinambungan.
Melalui penataran dan sertifikasi ini, PBMI berupaya menciptakan keseragaman pemahaman terhadap regulasi, teknik pertandingan, serta mekanisme penilaian sesuai standar IFMA. Kesamaan persepsi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi di seluruh Indonesia sekaligus meminimalkan perbedaan interpretasi dalam penerapan peraturan pertandingan.
Kehadiran empat instruktur IFMA juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan terbaru Muaythai dunia, termasuk penerapan regulasi internasional, metode pembinaan atlet, hingga peningkatan kualitas kepemimpinan wasit dan juri di dalam arena pertandingan.
Setelah rangkaian penataran dan sertifikasi berakhir pada 4 Agustus 2026, perhatian PBMI akan tertuju pada penyelenggaraan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5-10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejuaraan yang diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai provinsi itu akan menjadi implementasi awal hasil pembinaan sekaligus ajang evaluasi terhadap perkembangan Muaythai nasional.
PBMI berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu menjadi titik awal lahirnya sumber daya manusia Muaythai Indonesia yang semakin profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi berstandar internasional. Dengan dukungan pelatih yang berkualitas, wasit dan juri yang kompeten, serta sistem kompetisi yang terus berkembang, Muaythai Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing di tingkat Asia maupun dunia serta mengharumkan nama bangsa melalui prestasi olahraga.
Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap hasil dari penataran dan sertifikasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembinaan di setiap daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi gerakan bersama agar pembinaan Muaythai Indonesia memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.
PBMI juga mendorong seluruh pengurus provinsi dan kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan juri melalui pendidikan serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, standar pembinaan yang diterapkan di daerah dapat berjalan selaras dengan kebijakan nasional maupun perkembangan regulasi IFMA.
Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi, penataran ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara PBMI dan IFMA dalam mendukung pengembangan Muaythai Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan tenaga ahli pada kegiatan pendidikan, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas pelatih nasional, serta penyelenggaraan agenda internasional di Indonesia.
Melalui langkah tersebut, PBMI optimistis ekosistem Muaythai Indonesia akan semakin kokoh, mulai dari pembinaan usia dini, peningkatan kualitas perangkat pertandingan, hingga penyelenggaraan kompetisi yang profesional. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang dapat bersaing pada kejuaraan regional, kontinental, maupun dunia.
Seluruh rangkaian penataran dan sertifikasi akan menjadi bekal penting bagi para peserta sebelum terlibat dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026. Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum untuk menerapkan standar pertandingan internasional secara konsisten, sekaligus memperlihatkan hasil nyata dari upaya PBMI dalam membangun kualitas sumber daya manusia Muaythai Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
Dalam jangka panjang, PB Muaythai Indonesia menargetkan terciptanya sistem pembinaan yang terintegrasi mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Melalui peningkatan kompetensi pelatih, wasit, dan juri secara berkelanjutan, organisasi berharap kualitas pembinaan atlet di seluruh Indonesia dapat berkembang secara merata dan menghasilkan prestasi yang konsisten.
Keberadaan tenaga ahli IFMA dalam kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pengembangan Muaythai Indonesia dilakukan melalui kolaborasi dengan organisasi internasional. Transfer pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya berhenti selama penataran berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam proses latihan, pembinaan atlet, hingga penyelenggaraan kejuaraan di daerah masing-masing.
PBMI meyakini bahwa kemajuan sebuah cabang olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari kualitas tata kelola organisasi, kompetensi sumber daya manusia, serta konsistensi penerapan regulasi yang sesuai dengan standar internasional. Karena itu, pendidikan dan sertifikasi akan terus menjadi bagian penting dari agenda pembinaan organisasi.
Dengan berakhirnya penataran dan sertifikasi pada 4 Agustus 2026, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan seluruh materi yang telah diperoleh saat bertugas di berbagai kejuaraan. Kompetensi yang dimiliki para pelatih, wasit, dan juri diharapkan mampu menciptakan pertandingan yang profesional, menjunjung tinggi sportivitas, serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh atlet yang bertanding.
Melalui sinergi antara PBMI, IFMA, pengurus daerah, pelatih, wasit, juri, dan atlet, diharapkan Muaythai Indonesia semakin siap menghadapi tantangan persaingan olahraga internasional. Penguatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkesinambungan diyakini akan menjadi pondasi lahirnya prestasi-prestasi baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang dunia. Red-TBO
0 Komentar