Bardam Nusa Kota Bima Kritik BNN: Keberadaan Diduga Beban Negara Saat Sabu-sabu Merajalela di Bima dan Dompu.



Kota Bima NTB -Jumat,6/2/2026 - Anton Wijaya, SH, Sekretaris Jenderal Barisan Pemuda Nusa Kota Bima (Bardam Nusa Kota Bima), mengeluarkan kritik tajam terhadap lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN), menyatakan bahwa keberadaannya tidak pernah aktif dan dianggap tidak maksimal dalam menangani peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang merajalela di wilayah Kota Bima dan Kabupaten bima
 
Dalam keterangan pers yang disampaikan pada hari ini, Anton Wijaya menyatakan bahwa lembaga yang seharusnya bertugas memberantas narkotika justru diduga hanya menjadi beban negara. "Keberadaan lembaga ataupun badan narkotika nasional tidak pernah aktif dan dianggap tidak maksimal sementara yang berkaitan dengan narkotika yang berjenis sabu-sabu merajalela di wilayah Bima ataupun kabupaten bima" ujarnya.
 
Menurut Anton, peredaran sabu-sabu telah menyebar luas di berbagai kalangan, namun hingga saat ini belum terlihat peran aktif dari BNN dalam memberantas peredaran zat adiktif tersebut. "Sampai detik ini kami belum melihat bahwasanya BNN tidak pernah melakukan apapun peran aktif untuk bagaimana memberantas yang namanya narkotika yang berjenis sabu-sabu tersebut. Ada apa di balik semua ini?" tandasnya.
 
Anton juga mengemukakan pertanyaan terkait kinerja BNN mengingat para pegawai lembaga tersebut menerima gaji setiap bulan yang berasal dari anggaran negara. "Mereka menerima gaji setiap bulannya berdasarkan dari kelas mulai dari kelas minimal 4,5 juta sampai yang 9 juta. Lantas dengan maraknya berkaitan dengan narkoba apa sikap dan tindakan dari BNN tersebut?" tambahnya.
 
Menurut informasi dari Bardam Nusa Kota Bima, kasus terkait sabu-sabu telah banyak ditemukan di berbagai wilayah, mulai dari lingkungan sekolah, pemukiman masyarakat, hingga tempat-tempat umum. Namun, tindakan penindakan dan pencegahan yang dilakukan oleh pihak berwajib khususnya BNN dinilai belum optimal untuk mengatasi masalah yang semakin mengkhawatirkan ini.
 
"Kami sebagai organisasi pemuda yang peduli dengan masa depan generasi muda tidak bisa tinggal diam melihat kondisi ini. Peredaran sabu-sabu akan merusak masa depan anak-anak muda kita, sehingga kami menuntut BNN untuk segera mengambil tindakan nyata dan memberikan klarifikasi terkait peran serta kontribusi yang telah diberikan dalam memberantas narkotika," tegas Anton Wijaya.
 
Bardam Nusa Kota Bima juga menyatakan siap untuk bekerja sama dengan semua pihak, termasuk BNN, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Dompu, dengan harapan masalah narkoba dapat segera teratasi dan generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bebas dari pengaruh zat adiktif.
 
Sampai saat ini, pihak BNN Perwakilan Provinsi NTB atau Kantor BNN Kabupaten/Kota Bima belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh Bardam Nusa Kota Bima.
Red.

Posting Komentar

0 Komentar